Selasa, 19 April 2022

Permudah Investor, Hawksight Rilis Aplikasi Trading Assistant

Permudah Investor, Hawksight Rilis Aplikasi Trading Assistant

Aplikasi Trading

Tumbuhnya kesadaran masyarakat akan investasi semakin berkembang di Indonesia. Pada akhir tahun lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lebih dari 1,5 juta akun investor saham.

Tidak hanya saham, minat masyarakat juga terbagi pada investasi lainnya seperti cryptocurrency dan forex. Sayangnya, banyak masyarakat yang belum paham dengan strategi jual-beli ini.

Menjawab fenomena tersebut, Hawksight meluncurkan aplikasi trading assistant untuk membantu trader dalam menyusun strategi.

Hawksight merupakan aplikasi yang bekerja dengan memberikan sinyal kepada trader terkait momen yang optimal untuk menjual atau membeli baik saham, cryptocurrency atau forex. Melalui Hawksight, trader dapat mencari saham, cryptocurrency atau forex yang sesuai.

Selain itu, Hawksight juga memungkinkan trader menerima sinyal dan pemberitahuan dalam waktu jual-beli saham sehingga dapat mengoptimalkan profit.
Cukup dengan satu klik, pengguna Hawksight bisa langsung mendapatkan sinyal trading dari saham indeks Kompas100 melalui fitur signal screener di Hawksight.
Berangkat dari Global AI Trading Assistant yang telah sukses dalam mendukung US Stocks dan cryptocurrency, ekspansi di Indonesia akan dilakukan melalui dukungan terhadap IDX Stocks serta kerja sama dengan sekuritas Indonesia.
Saat ini, Hawksight sendiri telah mendapatkan investasi oleh perusahaan modal ventura dari Inggris Raya dan sedang dalam proses diskusi oleh berbagai sekuritas Indonesia dan Asia Tenggara untuk menjalin kerja sama.
Co-founder dan CEO Hawksight, Bradian Muliadi, mengatakan, pihaknya melihat pasar Indonesia tengah menggeliat dan dalam pertumbuhan yang signifikan. Masyarakat mulai melek dengan investasi baik itu saham, cryptocurrency, maupun forex.
“Namun sayangnya, tidak jarang juga kami menemukan banyak yang 'asal' masuk tanpa pemahaman yang mendalam. Tidak tahu kapan harus jual atau kapan harus beli jadi profit yang dihasilkan tidak maksimal bahkan banyak yang rugi,” kata Bradian Muliadi melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Jumat (18/6/2021).
Hawksight didirikan oleh Bradian Muliadi dan Lorenzo Ampil. Sebelumnya, Bradian merupakan founder sekaligus investor yang mendirikan startup influencer marketing di Indonesia yang telah diakuisisi, dan startup software-as-a-service yang dibangun di Tanah Air tetapi berhasil tumbuh secara global ke lebih dari 50 negara.
Sedangkan Lorenzo sebelumnya merupakan data scientist Uber dan juga bekerja pada konsultan AI global, Thinking Machines, yang membangun AI software untuk perusahaan finansial.
Bradian menambahkan tujuan dari hadirnya Hawksight adalah untuk membantu para investor dalam mengoptimalkan profitnya. Selain itu, Hawksight juga memungkinkan anggotanya untuk berdiskusi secara langsung perihal laporan atau permintaan lainnya.
"Kami berharap dengan adanya Hawksight ini, mampu mendukung para investor dan berkontribusi dalam pengembangan pasar modal di Indonesia," tutup Bradian.

Sumber: BeritaSatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar